Bandung, 17 Juli 2026 — Komitmen terhadap tata kelola yang unggul selalu lahir dari pertemuan antara kepakaran dan visi. Itulah yang terjadi ketika Bank BJB —Bank Pembangunan Daerah yang dikenal visioner dalam memperkuat tata kelola tekologiynya, untuk menyelenggarakan pelatihan Awareness dan Internal audit ISO/IEC 27001:2022 (Manajemen Keamanan Informasi) dan ISO/IEC 20000-1:2018 (Manajemen Layanan TI) menggandeng PT Anugerah Lestari Teknokreasi konsultan berpengalaman dengan jam terbang tinggi sebagai praktisi manajemen mutu, keamanan informasi, dan audit sistem. Kegiatan yang diselenggarakan bersama BJB University ini berlangsung dua hari, pada 16–17 Juli 2026, di Hotel Mercure Bandung.
Mengusung tema “Mengawal Simfoni Layanan dan Keamanan Informasi Perbankan Digital Bank BJB” dengan sub-tema “Shifting Mindset from Audit Survival to Operational Excellence”, kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi tata kelola tidak cukup hanya bermodalkan regulasi di atas kertas — dibutuhkan mitra yang memahami persoalan hingga ke akarnya, dan institusi yang berani menempatkan tata kelola sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kepatuhan administratif.
Kepakaran yang Teruji, Bukan Sekadar Teori
Sebagai konsultan, Anugerah Lestari Teknokreasi membawa lebih dari sekadar pemahaman normatif atas klausul-klausul ISO. Fasilitator yang diterjunkan dalam pelatihan ini merupakan praktisi yang telah malang-melintang menangani implementasi sistem manajemen mutu dan keamanan informasi di berbagai institusi, sehingga mampu menerjemahkan standar internasional yang abstrak menjadi langkah-langkah konkret yang relevan dengan realitas operasional perbankan digital.
Pendekatan ini tecermin sejak sesi pembuka pelatihan, ketika materi The Problem dikupas secara tajam: bagaimana PADK OJK No. 1 Tahun 26 menuntut penyesuaian menyeluruh atas tata kelola risiko TI, kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), hingga kesiapan kerangka kerja transformasi digital. Bukan sekadar memaparkan aturan, fasilitator mengajak peserta memahami mengapa regulasi ini lahir dan bagaimana dampaknya bila tata kelola tidak dijalankan secara serius — sebuah pendekatan khas praktisi yang telah melihat langsung konsekuensi kegagalan tata kelola di lapangan.
Kedalaman kepakaran ini berlanjut pada sesi Landskap Ancaman & Tantangan Sektor Finansial, di mana peserta diajak melihat gambaran risiko global melalui data-data mutakhir: World Economic Forum Global Risks Report 2026 yang menempatkan AI-powered misinformation dan serangan siber sebagai risiko teratas, Verizon Data Breach Investigations Report yang mengungkap lebih dari 30% pelanggaran data sektor finansial berasal dari kerentanan rantai pasok pihak ketiga, Gartner IT Infrastructure & Operations Report 2026 yang mengaitkan 75% pemadaman layanan digital perbankan dengan kegagalan manajemen kapasitas cloud dan datacenter hibrida, hingga laporan DORA yang menunjukkan risiko dua kali lipat kegagalan rilis perubahan pada institusi yang lalai mengintegrasikan Change Management. Data-data kelas dunia ini menjadi bukti bahwa Anugerah Lestari Teknokreasi tidak berhenti pada penguasaan standar, tetapi terus mengikuti perkembangan lanskap risiko global untuk memastikan materi yang diberikan senantiasa relevan dan mutakhir.
Bank BJB: Kepemimpinan yang Visioner dalam Tata Kelola
Di sisi lain, kolaborasi ini juga menjadi cerminan kepemimpinan Bank BJB yang visioner dalam memandang tata kelola teknologi informasi dan keamanan data. Alih-alih memperlakukan sertifikasi ISO sekadar sebagai formalitas, Bank BJB melalui BJB University secara proaktif berinvestasi pada peningkatan kapasitas internal — memastikan setiap karyawan yang terlibat dalam ekosistem layanan digital memiliki pemahaman yang mumpuni sekaligus kesiapan menjalankan Internal Audit secara mandiri dan berintegritas.
Semangat shifting mindset yang diusung dalam pelatihan ini — dari audit sebagai beban yang harus “diselamatkan” menjadi instrumen strategis menuju operational excellence — sejalan dengan visi Bank BJB untuk terus mengukuhkan posisinya sebagai Bank Pembangunan Daerah yang adaptif terhadap tuntutan digitalisasi, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepatuhan. Ini adalah langkah yang tidak semua institusi keuangan berani ambil secara konsisten, dan menjadi bukti bahwa Bank BJB memandang tata kelola bukan sebagai penghambat inovasi, melainkan sebagai fondasi yang memungkinkan inovasi berjalan secara berkelanjutan.
Mengapa Kolaborasi Ini Penting
Pertemuan antara konsultan yang berpengalaman dan berbasis praktik dengan institusi yang visioner terhadap tata kelolanya menghasilkan sesuatu yang lebih dari sekadar pelatihan seremonial. Ia menghasilkan transfer pengetahuan yang aplikatif, membekali karyawan Bank BJB bukan hanya dengan sertifikat pemahaman, tetapi dengan kapasitas nyata untuk menjaga layanan dan keamanan informasi perbankan digital di tengah lanskap ancaman yang terus berubah.
Bagi Anugerah Lestari Teknokreasi, kolaborasi dengan Bank BJB ini menjadi bukti nyata dari filosofi kerja mereka: bahwa konsultasi dan pelatihan terbaik lahir dari perpaduan kepakaran teknis yang mendalam dan pemahaman kontekstual atas kebutuhan klien. Bagi Bank BJB, ini adalah langkah lanjutan dalam perjalanan mengukuhkan diri sebagai institusi keuangan daerah yang tidak hanya mengikuti standar, tetapi memimpin dengan visi tata kelola yang matang.
Bagi organisasi maupun instansi lain yang ingin membangun kapasitas serupa, Anugerah Lestari Teknokreasi siap menjadi mitra terpercaya — menghadirkan konsultan berpengalaman dan praktisi teruji untuk mengawal transformasi tata kelola mutu, keamanan informasi, dan audit internal Anda.
#PerbankanDigital#ISO27001#ISO20000#TatakelolaTI#PADOJK#UUPDP#GRC



